Bungko NewsSetiap tahun, gaji ke-13 selalu dinanti-nanti oleh Aparatur Sipil Negara (ASN), baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), juga anggota TNI/Polri dan pensiunan.

Di tengah euforia menjelang hari raya, tak sedikit yang langsung merencanakan untuk menyimpan seluruh gaji ke-13 di tabungan.

Padahal, kebijakan ini sengaja diberikan pemerintah sebagai booster ekonomi dan solusi atas kebutuhan musiman, bukan sekadar tambahan saldo rekening.

Jika Anda termasuk yang berpikir, "Lebih aman ditabung saja", coba renungkan sejenak: bukankah selama 11 bulan gaji pokok Anda sudah rutin masuk ke rekening? Lalu mengapa gaji ke-13 tidak Anda gunakan untuk hal-hal yang lebih berdampak? Berikut beberapa alasan mengora jangan menyimpannya begitu saja.

1. Kebutuhan Hari Raya Itu Nyata, Bukan Khayalan

Momen Idul Fitri atau Natal selalu membawa pengeluaran ekstra: THR untuk keluarga, bingkisan, zakat, infak, mudik, baju baru, hingga hidangan untuk tamu.

Menyimpan gaji ke-13 sambil memotong gaji bulanan untuk kebutuhan tersebut justru akan membuat Anda kelimpungan.

Gunakan gaji ke-13 sesuai porsinya: sisihkan untuk kebutuhan hari raya, sisanya boleh ditabung.

Jangan terbalik.

2. Gali Lubang Tutup Lubang Itu Risiko

Banyak yang memilih menyimpan gaji ke-13, lalu berutang ke bank atau pinjaman online (pinjol) untuk kebutuhan hari raya.

Ironisnya, saat gaji ke-13 cair, justru dipakai untuk bayar utang plus bunga.

Lebih bijak pakai uang sendiri daripada bayar bunga pinjaman.

Jadi, pakailah gaji ke-13 sebagai "dana siap pakai" agar Anda tidak terjebak utang konsumtif.

3. Belanjakan Secara Produktif, Bukan Sekadar Habis

Pesan "jangan disimpan saja" bukan berarti "habiskan untuk foya-foya".

Arahkan belanja Anda ke hal yang produktif dan bernilai:

  • Investasi kecil-kecilan: Emas, reksadana, atau deposito jangka pendek.

  • Perbaikan rumah: Jika ada yang bocor atau cat mengelupas, momen ini tepat.

  • Pendidikan anak: Belikan buku, kursus singkat, atau perlengkapan sekolah baru.

  • Modal usaha sampingan: Beli stok barang dagangan untuk musim hari raya.