? Skenario: Batas Maksimal — Gaji Pokok Rp4.029.600
KomponenPerhitunganNominal (Rp)Gaji Pokok Pensiun—4.029.600Tunjangan Istri10% × 4.029.600402.960Tunjangan Anak2% × 4.029.600 × 2 anak161.184Tunjangan Pangan4 jiwa × Rp72.420289.680TOTAL PENGHASILAN—4.883.424
Pensiunan Golongan III dengan masa kerja maksimal berpotensi menerima total penghasilan mendekati Rp4 - 88 juta per bulan.
4. Simulasi Pensiunan Golongan IV (Golongan Tertinggi)
Golongan IV merupakan jenjang kepangkatan tertinggi bagi PNS, umumnya ditempati oleh pejabat struktural maupun fungsional dengan pengalaman panjang.
? Skenario: Batas Menengah — Gaji Pokok Rp4.000.000
KomponenPerhitunganNominal (Rp)Gaji Pokok Pensiun—4.000.000Tunjangan Istri10% × 4.000.000400.000Tunjangan Anak2% × 4.000.000 × 2 anak160.000Tunjangan Pangan4 jiwa × Rp72.420289.680TOTAL PENGHASILAN—4.849.680
? Skenario: Batas Maksimal — Gaji Pokok Rp4.957.100
KomponenPerhitunganNominal (Rp)Gaji Pokok Pensiun—4.957.100Tunjangan Istri10% × 4.957.100495.710Tunjangan Anak2% × 4.957.100 × 2 anak198.284Tunjangan Pangan4 jiwa × Rp72.420289.680TOTAL PENGHASILAN—5.940.774
Pensiunan dengan jabatan tertinggi (Golongan IVe) berpotensi menerima total penghasilan hingga hampir Rp5 - 94 juta per bulan, menjadikannya nominal pensiun tertinggi di Indonesia tahun 2026.
Simulasi untuk Pensiunan Lajang (Tanpa Istri/Suami & Anak)
Bagi pensiunan yang tidak memiliki tanggungan (lajang, janda, atau duda tanpa anak), komponen penghasilan yang diterima lebih sederhana.
Menggunakan contoh kasus Golongan III dengan gaji pokok Rp3.000.000:
KomponenPerhitunganNominal (Rp)Gaji Pokok Pensiun—3.000.000Tunjangan Anak(tidak ada)0Tunjangan Istri/Suami(tidak ada)0Tunjangan Pangan1 jiwa × Rp72.42072.420TOTAL PENGHASILAN—3.072.420
Pensiunan tanpa tanggungan hanya menerima gaji pokok pensiun dan tunjangan pangan untuk diri sendiri.
Tidak ada tunjangan istri maupun anak.
Simulasi untuk Wilayah Papua (Dengan Tunjangan Kemahalan)
Khusus pensiunan yang berdomisili tetap di Papua atau Papua Barat, terdapat tambahan tunjangan kemahalan sebesar 12 persen dari gaji pokok.
Menggunakan contoh kasus Golongan III dengan gaji pokok Rp3.000.000:
KomponenPerhitunganNominal (Rp)Gaji Pokok Pensiun—3.000.000Tunjangan Istri10% × 3.000.000300.000Tunjangan Anak2% × 3.000.000 × 2 anak120.000Tunjangan Pangan4 jiwa × Rp72.420289.680Tunjangan Kemahalan12% × 3.000.000360.000TOTAL PENGHASILAN—4.069.680
Tunjangan kemahalan ini menjadikan total penghasilan pensiunan di Papua dan Papua Barat lebih tinggi sekitar Rp360.000 per bulan dibandingkan pensiunan dengan golongan dan jumlah tanggungan sama di wilayah lain.
Contoh untuk Golongan IV dengan gaji pokok Rp4.957.100 di wilayah Papua:
KomponenPerhitunganNominal (Rp)Gaji Pokok Pensiun—4.957.100Tunjangan Istri10% × 4.957.100495.710Tunjangan Anak2% × 4.957.100 × 2 anak198.284Tunjangan Pangan4 jiwa × Rp72.420289.680Tunjangan Kemahalan12% × 4.957.100594.852TOTAL PENGHASILAN—6.535.626
Pensiunan Golongan IVe di Papua dapat menerima total penghasilan hingga Rp6 - 53 juta per bulan, menjadi nominal tertinggi secara nasional.
Rumus Praktis Menghitung Total Penghasilan
Bagi pensiunan yang ingin menghitung sendiri total penghasilan bulanannya, gunakan rumus berikut:
Jika memiliki istri/suami dan 2 anak:
Total = (GP × 1 - 14) + (4 × TP)
Keterangan:
-
GP = Gaji Pokok Pensiun
-
TP = Tunjangan Pangan per jiwa (Rp72.420)
Penjelasan:
Gaji pokok (1×) + tunjangan istri (0 - 10×) + tunjangan anak (0 - 04×) = 1 - 14 × GP
Tunjangan pangan: 4 jiwa (pensiunan + istri + 2 anak) × tunjangan pangan per jiwa
Jika pensiunan lajang (tanpa tanggungan):
Total = GP + TP
Jika pensiunan hanya memiliki istri/suami (tanpa anak):
Total = (GP × 1 - 10) + (2 × TP)
Jika pensiunan di wilayah Papua (berlaku tambahan 12%):
Total = (GP × 1 - 26) + (4 × TP) (dengan asumsi memiliki istri dan 2 anak)